12 Masalah
Kesehatan Yang Sering Terjadi Pada Bayi Baru Lahir dan Cara Mengatasinya
Image Masalah Kesehatan pada Bayi.
By: Pixabay.com
Tidak diragukan lagi bahwa
kelahiran si buah hati bagi pasangan suami istri merupakan anugerah yang
menghadirkan kehangatan dan kebahagiaan. Namun, terkadang angin berhembus ke
arah yang tak dikehendaki nelayan. Kadang datang cobaan yang tak diharapkan. Nah,
diantara masalah yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir adalah munculnya
masalah kesehatan. Tentu saja, hal ini akan menjadi masalah tersendiri bagi
kedua orang tuanya. Jika bayi tersebut adalah anak pertama, maka sang ibu
biasanya akan merasa panik. Karena sang ibu belum memiliki kemampuan merawat
bayi. Jika hal ini sampai terjadi, tentu saja akan merampas kebahagiaan kedua
orang tuanya.
Oleh karena itu, penting bagi
para ibu atau calon ibu untuk mengetahui problem kesehatan yang sering terjadi pada
bayi baru lahir sehingga jika masalah ini muncul, mereka dapat melakukan
tindakan tepat agar bayi tetap sehat dan ceria, dan yang penting lagi, terhindar
dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Langsung saja, inilah 12 masalah
kesehatan yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir versi Rumah Muslimah, serta cara mengatasinya.
Pertama: Muntah atau gumoh
Diantara
masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir adalah muntah
atau gumoh. Gumoh adalah keluarnya cairan susu
atau makanan yang dikonsumsi bayi. Gumoh sebenarnya tidak berbahaya dan tidak
perlu dikhawatirkan. Gumoh biasanya terjadi karena bayi terlalu banyak
minum susu, tersedak, atau kesalahan dalam pemberian susu atau adanya lendir
pada lambung bayi. Sebenarnya, hal ini wajar karena klep penutup lambung bayi
masih belum terbentuk secara sempurna.
Bagaimana cara mengatasi bayi yang gumoh?
Untuk menghindari bayi gumoh,
yang paling utama tentunya mengusahakan agar bayi tidak minum susu terlalu
banyak. Jika kita sudah berusaha secara maksimal agar bayi tidak gumoh, tapi
tetap saja terjadi, gendonglah bayi menghadap ke belakang, dengan posisi dada
bayi sejajar dengan posisi pundak ibu. Cara lain adalah dengan menidurkan bayi
dalam posisi tengkurap, lalu menepuk punggungnya dengan lembut. Nah, jika hal
ini sudah dilakukan dan bayi masih gumoh terus, segera hubungi dokter. Sebab,
bisa jadi hal ini merupakan indikasi adanya suatu penyakit, seperti alergi.
Kedua: Belekan atau Kotoran Pada
Mata Bayi
Bayi yang baru lahir tak selalu
bermata bersih. Ada bayi yang mengeluarkan selaput putih hingga kuning dari
ujung matanya. Kotoran mata atau yang biasa disebut belek ini, meskipun tak
terlalu berbahaya, biasanya membuat bayi merasa tidak nyaman atau bahkan sulit
membuka matanya. Akibatnya, bayi bisa rewel atau sering menangis.
Untuk itu, jika bayi Anda
mengalami hal semacam ini, Anda sebaiknya membersihkan ujung-ujung mata dengan
kapas atau kain lembut yang dibasahi air hangat. Anda sebaiknya tidak
menggunakan obat tetes mata apapun, kecuali atas anjuran dokter.
Ketiga: Demam
Demam adalah masalah kesehatan
yang sering terjadi pada anak yang baru lahir. Demam sendiri sebenarnya bukan
penyakit, tetapi reaksi tubuh terhadap suatu penyakit, yang sekaligus menjadi
indikasi bahwa sistem pertahanan tubuh yang sedang aktif bekerja. Demam pada
bayi yang baru lahir bisa timbul karena beberapa aktor atau sebab, diantaranya
adalah: adanya infeksi, perubahan suhu sehingga tubuh bayi merasa kedinginan
dan menjadi demam.
Meskipun kelihatannya sepele,
demam pada bayi tak bisa dianggap enteng karena bisa menyebabkan kejang. Jika
bayi Anda demam, coba cek suhu tubuhnya. Jika suhu tubuh bayi Anda masih di
bawah 37 derajat, maka memberikan ASI sesering mungkin bisa menjadi solusi.
Namun, jika demam sudah mencapai angka 38 derajat celcius atau lebih, maka Anda
harus lebih waspada. Coba kompres bayi dengan air hangat. Anda dapat melakukan
tindakan ini sampai tubuh bayi kembali normal. Namun jika suhu tubuhnya tak
kunjung normal, segera hubungi dokter.
Yang perlu dicatat, jangan pernah
menyelimuti bayi atau memberikan pakaian tebal/berlapis saat bayi Anda demam.
Sebaliknya, berikan pakaian yang tipis dan lembut. Jika tangan dan kaki bayi
terasa dingin, pakaikan kaos kaki dan kaos tangan. Jangan lupa memperhatikan
agar suhu kamar tempat bayi berada tidak terlalu dingin atau terlalu panas.
Perhatikan juga sirkulasi udara ruangan.
Kelima: Ruam Kulit
Ruam pada kulit termasuk masalah
kesehatan yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Hal ini karena kulit bayi masih sangat
sensitif. Selain itu, bayi yang baru lahir belum bisa berkeringat secara
efektif dan belum mampu memproduksi panas tubuh internal yang ideal seperti
layaknya orang dewasa. Hal ini menyebabkan masalah pada kulit bayi, seperti
ruam, biang keringat dan iritasi kulit. Ruam kulit pada bayi juga bisa
diakibatkan oleh suhu ruangan yang terlalu panas, atau karena penggunaan popok.
Jika bayi Anda mengalami ruam
kulit, jangan berikan bedak bayi. Sebagai gantinya, berikan krim anti ruam.
Hindari pakaian berlapis atau terlalu tebal. Jangan lupa untuk mengatur suhu
ruangan sedemikian rupa agar tak terlalu panas. Karena udara yang terlalu panas
dapat memicu timbulnya ruam kulit.
Keenam: Diare
Masalah kesehatan lain yang
sering terjadi pada bayi baru lahir adalah diare. Penyebab diare sebenarnya
macam-macam. Adakalanya karena asupan makanan sang ibu yang kurang tepat
(misalnya mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas), alergi susu sapi, atau
karena infeksi. Jika bayi Anda diare, hal pertama yang harus dikoreksi adalah makanan
sang ibu. Usahakan jangan mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas atau terlalu
asam. Jangan lupa untuk memberikan ASI secara berkala, tapi terus menerus
selama 10 hingga 30 menit. Jika dengan cara ini diare tak juga berhenti dan bayi
tak mau minum, terlebih jika disertai muntah atau demam, segera konsultasikan masalah
ini ke dokter Anda.
Ketujuh: Sesak Nafas
Sesak nafas juga termasuk masalah
kesehatan yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Masalah ini biasanya ditandai
dengan nafas yang terengah-engah, dan terkadang sampai membuat wajah bayi
terlihat membiru. Sebenarnya banyak sekali faktor yang menyebabkan sesak nafas,
seperti tersedak, infeksi, pembesaran kelenjar thymfus, dan kelainan pada
trakea. Namun, penyebab sesak nafas yang paling umum adalah masuknya udara
melalui mulut, saat bayi sedang menyusu. Untuk itu, agar bayi Anda terhindar
dari sesak nafas karena faktor yang terakhir, maka usahakan agar bayi Anda bersendawa
sehabis menyusu.
Kedelapan: Penyakit Kuning
Diantara masalah kesehatan yang
sering terjadi pada bayi yang baru lahir adalah penyakit kuning. Penyakit ini
biasanya ditandai dengan kulit bayi yang berwarna kuning. Penyakit kuning
termasuk hal yang umum pada bayi berumur 3 hingga 5 hari. Penyebabnya adalah karena
organ hati bayi belum bisa bekerja secara optimal untuk memecah billirubin,
sehingga mengakibatkan mata dan kulit bayi berwarna kuning.
Untuk mengatasi masalah kesehatan
yang satu ini, usahakan untuk memberikan ASI kepada bayi. Selain itu, setiap
pagi, antara jam 06.30 – 07.30, jemur bayi dalam kondisi tanpa busana. Usahakan
mata bayi tertutup agar tidak terpancar sinar matahari secara langsung. Namun,
jika setelah melakukan terapi ini penyakit kuning masih tak kunjung hilang
hingga bayi berusia 6 hari, segera konsultasikan masalah ini ke dokter. Sebab,
bisa jadi ada kelainan atau gangguan pada liver bayi.
Kesembilan: Kolik
Kolik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan
kondisi bayi yang menangis terus menerus tanpa sebab dan cenderung
sulit dikendalikan. Kolik biasanya terjadi pada bayi sehat
yang berusia di bawah 5 bulan. Bayi yang mengalami masalah kolik bisa menangis
hingga lebih dari tiga jam selama kurang lebih tiga hari berturut-turut.
Menurut para ahli, kondisi
seperti ini sebenarnya adalah hal yang wajar karena menangis merupakan satu-satunya
cara bayi untuk berkomunikasi. Namun, jika masalah ini dibiarkan, bayi akan
merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, jika bayi rewel dan menangis, segera
gendong dan dekap. Buat bayi merasa nyaman. Ubah posisi menggendong beberapa
kali, hingga bayi merasa tenang dan berhenti menangis.
Kesepuluh: Infeksi Tali Pusar
Diantara masalah kesehatan yang
sering terjadi pada bayi yang baru lahir dan patut diwaspadai adalah infeksi
tali pusar. Infeksi tali pusar bisa terjadi karena begitu dilahirkan, pusar bayi
pasti akan dipotong. Nah, bekas potongan ini pasti akan menimbulkan luka yang
harus terus dirawat hingga benar-benar kering. Namun, terkadang ada bayi yang luka
bekas potongan tali pusarnya mengalami infeksi. Tanda infeksi yang paling umum
adalah: ruam, bengkak, berbau busuk, dan terkadang mengeluarkan cairan bening
lengket atau nanah.
Cara mengatasi infeksi tali
pusar:
Jika bayi Anda mengalami infeksi
tali pusar, segera konsultasikan ke dokter. Pastikan bahwa tangan Anda benar-benar
steril sebelum merawat tali pusar. Biarkan tali pusar terbuka agar luka cepat
kering.
Kesebelas: Sembelit
Selain diare, masalah kesehatan
lain yang bisa dialami bayi yang baru lahir adalah sembelit. Sembelit biasanya
diakibatkan oleh pemberian susu formula atau karena pemberian makanan
pendamping ASI (MPASI) yang kurang tepat. Jika bayi sudah masuk usia makan,
pemberian buah pir mungkin akan membantu. Namun, jika Bayi belum masuk usia
makan, Anda sebaiknya menghentikan pemberian susu formula untuk sementara
waktu. Atau, Ada bisa mengganti produk susu yang Anda pakai dengan produk susu
lain yang lebih bersahabat dengan sistem pencernaan bayi Anda.
Kedua Belas: Kejang/Step
Kejang, atau biasa disebut step,
adalah kondisi dimana bayi termasuk
salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir dan
harus diwaspadai. Tanda-tandanya adalah: gigi terkatup kuat, muntah-muntah,
bayi terkadang berhenti bernafas sejenak, tidak sadarkan diri, bola mata
bergerak berputar-putar dengan cepat, serta bayi melakukan gerakan yang ekstrim
seperti gerakan berenang, gerakan mengayuh, dan sebagainya.
Pertolongan pertama yang harus
dilakukan adalah menjaga jalan nafas bayi agar bayi dapat bernafas bebas, dengan
cara membersihkan lendir di sekitar mulut, hidung, dan nasofaring. Letakan bayi
dalam tempat sejuk. Jika bayi panas tinggi, kompres dengan air hangat di dahi,
ketiak atau lipatan paha. Jika disertai
muntah, miringkan bayi agar muntahannya tak kembali tertelan. Setelah melakukan
pertolongan pertama, segera pergi ke dokter untuk menghindari terjadinya
gangguan fungsi otak.
Itulah 12 masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua. Amin
No comments:
Post a Comment